Lutung Budeng (Trachypitechus Auratus)

Pengenalan

Lutung budeng adalah salah satu satwa endemik dari Indonesia bagian barat, beberapa orang menyebutnya Lutung jawa, memiliki nama latin Trachypitechus auratus, merupakan kelompok Monyet dari keluarga Cercopithecidae.

Habitat

Lutung budeng aktif pada waktu siang hari, jenis hewan diurnal. Sehari-hari kegiatannya bergelayutan dari satu pohon ke pohon lainnya, berkelompok adalah cara lutung bertahan hidup, satu kelompok biasanya terisi sekitar tujuh ekor lutung, satu atau dua di antaranya adalah lutung jantan dewasa yang dijadikan pemimpin kelompok, suara lutung yang dijadikan pemimpin sangat nyaring, dimaksud untuk mengingatkan agar kelompok lain tidak memasuki wilayahnya.

Satwa ini bisa hidup di pelbagai tipe hutan seperti: hutang mangrove, hutan pantai, hutan rawa air-tawar, hutan hujan dataran rendah, hutan gugur daun tropika serta hutan pegunungan dengan ketinggian sekitar 3.000 – 3.500 mdpl.  

Makanan Pokok

Makanan pokok Lutung Budeng terdiri dari tumbuh-tumbuhan. Seperti, dedaunan, buah-buahan dan bunga, kadang-kadang spesies ini juga memakan larva serangga.

Ciri-ciri Fisik

  • Memiliki panjang tubuh antara 46 – 75 cm.
  • Jantan dan betina dewasa berambut hitam legam, yang membedakannya adalah betina memiliki warna putih kekuningan di sekitar kelamin.
  • Seperti jenis lutung lainnya, Lutung Budeng memiliki ekor panjang, antara 61 – 82 cm.
  • Anak Lutung Budeng memiliki rambut berwarna jingga keemasan, kadang ada individu dewasa yang berwarna jingga seperti anak lutung, namun warnanya sedikit lebih gelap.

Jenis Lutung Budeng

Ada dua sub-spesies lutung budeng yang diakui sesuai dengan daerahnya:

1. Lutung budeng timur (Trachypithecus auratus auratus)


Dapat ditemukan di Provinsi Jawa Barat bagian timur hingga ke Jawa Timur, Pulau Sempudan Nusa Barung, Bali, serta Lombok.

2.  Lutung budeng barat (Trachypithecus auratus Mauritius)

Dapat ditemukan di wilayah Banten dan setengah Jawa Barat bagian barat: Ujung Kulon, Jasinga, Bogor, Cisalak, Jakarta, Palabuhanratu, di pesisir selatan hingga Cikaso, atau Ciwangi di pedalaman

Populasi dan Konservasi

Populasi Lutung Budeng sangat terancam kelestariannya, untuk bertahan hidup mereka harus menghadapi dua jenis ancaman. Pertama, kehilangan serta degradasi habitat seperti perluasan lahan-lahan pertanian dan pemukiman manusia. Kedua, menjadi perburuan liar manusia lalu diperjualbelikan. Bagi sebagian masyarakat, daging lutung konon dipercaya dapat meningkatkan vitalitas pria.

“Lutung Budeng dilindungi oleh undang-undang Republik Indonesia sejak 1999. Perdagangannya diawasi oleh CITES dan masuk ke dalam Apendiks 2”
~ Wikipedia


Sejauh ini populasi lutung budeng tercatat di beberapa kawasan konservasi seperti: Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Taman Nasioan Meru Betiri (TNMB), Taman Nasional Baluran (TNB) dan Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Unknown

Kebun binatang online pertama di Indonesia | Menyajikan sajian yang informatif seputar satwa | Media tempat semua satwa berkumpul ria.

1 komentar: